Berita Terkait

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas (Statistics of Banyumas Regency)Jl. Warga Bhakti No. 5 Purwokerto 53114
Telp (0281) 635496
e-mail : [email protected]
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik
Produk - Berita dan Siaran Pers
Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Purwokerto Agustus 2025
1 September 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya
BPS mencatat pada bulan Agustus 2025 terjadi deflasi sebesar 0,09 persen (m-to-m). ”Terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 107,58 pada Juli 2025 menjadi 107,48 pada Agustus 2025”, jelas Fatich.Kondisi ini sama bila dibandingkan Agustus 2024 yang juga mengalami deflasi sebesar 0,06 persen. Secara tahunan, terjadi inflasi sebesar 2,25 persen, dan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 1,24 persen.
Inflasi month to month (m-to-m)
Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,50 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,15 persen. Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya deflasi 0,37 persen dan memiliki andil deflasi 0,01 persen. Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga pada Agustus 2025 mengalami deflasi sebesar 0,01 persen, namun tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi atau andilnya sangat kecil.
Sementara kelompok pengeluaran penyumbang inflasi pada bulan Agustus antara lain kelompok Transportasi mengalami inflasi sebesar 0,29 persen, dengan andil inflasi 0,05 persen. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,19 persen dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen. Kelompok pendidikan mengalami inflasi 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,01 persen, akan tetapi empat kelompok tersebut tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi atau andilnya sangat kecil. Untuk dua kelompok lain yaitu Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan dan Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran relatif stabil pada bulan Agustus 2025.
Lima besar komoditas penyumbang deflasi (m-to-m) pada Agustus yaitu cabai rawit dengan andil sebesar 0,07 persen, bawang putih dengan andil 0,03 persen, telur ayam ras dengan andil 0,02 persen, bensin dengan andil 0,02 persen, dan tomat dengan andil 0,02 persen. Sementara itu lima besar penyumbang inflasi (m-to-m) pada Agustus adalah tarif kereta api dengan andil 0,04 persen, bawang merah dengan andil 0,03 persen, minyak goreng dengan andil 0,01 persen, kacang panjang dengan andil 0,01 persen, dan daging ayam ras dengan andil 0,01 persen
Secara historis, dalam empat tahun terakhir, Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau mengalami deflasi di setiap bulan Agustus. Komoditas yang menjadi penyumbang utama deflasi Agustus pada kelompok ini adalah komoditas cabai rawit, bawang putih, telur ayam ras, tomat, kangkung, cabai merah, gula pasir, sawi putih, jeruk, labu siam, dan cabai hijau. Sedangkan komoditas yang memicu inflasi pada Agustus 2025 adalah bawang merah, minyak goreng, kacang panjang, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM).
Pada Agustus 2025, Kelompok Transportasi menjadi kelompok tertinggi penyumbang inflasi dengan tingkat inflasi sebesar 0,29persen dan andil inflasi sebesar 0,05persen. Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi Agustus 2025 pada kelompok ini adalah komoditas tarif kendaraan roda 2 online dan tarif kereta api, sedangkan komoditas bensin mengalami deflasi. Pertamina melakukan penyesuaian harga bensin yaitu jenis Pertamax turun dari Rp 12.500 menjadi Rp 12.200 per liter, Pertamax Turbo turun dari Rp 13.500 menjadi Rp 13.200 per liter. Sedangkan jenis solar mengalami kenaikan yaitu Pertamina Dex naik dari Rp 13.650 menjadi Rp 14.150 per liter, Dexlite naik dari Rp 13.320 menjadi Rp 13.850 per liter. Penyebab inflasi pada komoditas tarif kereta api pada Agustus yaitu karena selama dua bulan (Juni dan Juli) PT KAI menerapkan diskon tarif kereta secara bertahap terutama kereta ekonomi, sehingga pada bulan Agustus tiket kembali ke harga normal.
Inflasi year on year (y-on-y)
Pada Agustus 2025 terjadi inflasi (y-on-y) sebesar 2,25 persen, lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya tetapi lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi bulan yang sama di tahun lalu. Semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi kecuali kelompok informasi dan komunikasi yang mengalami deflasi 0,01 persen secara (y-on-y).
Lima besar penyumbang inflasi (y-on-y) pada Agustus yaitu emas perhiasan dengan andil sebesar 0,30 persen, bawang merah dengan andil 0,24 persen, tarif air minum PAM dengan andil 0,20 persen, beras dengan andil 0,18 persen, dan minyak goreng dengan andil 0,13 persen. Sementara itu lima besar penyumbang deflasi (y-on-y) pada Agustus adalah cabai rawit dengan andil 0,10 persen, bensin dengan andil 0,08 persen, tarif kereta api dengan andil 0,05 persen, daging ayam ras dengan andil 0,04 persen, dan bawang putih dengan andil 0,03 persen", lanjut Fatich.
TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL KABUPATEN BANYUMAS MENINGKAT
Indikator pariwisata yang dirilis oleh BPS adalah TPK atau Tingkat Penghunian Kamar. Indikator ini merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur kinerja usaha penyedia akomodasi dalam suatu periode waktu. TPK Kabupaten Banyumas pada Bulan Juli 2025 adalah sebesar 30,93 persen atau naik 0,21 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan naik 4,81 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Jika dilihat lebih rinci, TPK hotel bintang di Kabupaten Banyumas adalah sebesar 46,89 persen. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar 0,70 persen dan 9,29 persen dari tahun sebelumnya. Begitu juga untuk hotel nonbintang. TPK hotel nonbintang Kabupaten Banyumas sebesar 26,77 persen, mengalami kenaikan sebesar 0,09 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan naik 4,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain angka TPK, Indikator pariwisata yang dihasilkan adalah RLM atau Rata-rata Lama Menginap. RLM adalah banyaknya malam tempat tidur yang dipakai dibagi dengan banyaknya tamu yang datang menginap. RLM kabupaten Banyumas pada Juli 2025 adalah sebesar 1,09 malam. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar 0,02 poin. Namun mengalami peningkatan sebesar 0,03 poin jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya